16 Pengprov Tolak Hasil Munas Sepak Takraw di Sukabumi

Posted on

 

Keributan berlangsung di Sepak Takraw Indonesia. 16 Pengurus Propinsi (Pengprov) ajukan mosi tidak yakin berkaitan Permufakatan Nasional di Sukabumi.
Ke-16 Pengprov itu bergabung dalam Presidium Perduli Sepak Takraw Indonesia. Mosi tidak yakin disodorkan berkaitan penerapan Munas pada 27-28 Desember 2020 di ISTC Sukabumi oleh Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) dan Panitia Team Penjaringan dan Filtrasi (TPP).

Dalam Munas itu, Asnawi Abdul Rachman dipilih secara aklamasi untuk kembali lagi pimpin PSTI di masa ke-2 . Sesaat calon yang lain yaitu Syafrizal Bakhtiar diurungkan penyalonannya tiada dikasih peluang lakukan pembenahan.

Presidium Perduli Sepak Takraw Indonesia minta KONI Pusat, KOI dan Menpora tidak untuk mengaku hasil Munas. Dalam surat mosi tidak yakin yang tersebar, disebut ada pelanggaran AD/ART yang dipakai dalam rencana Munas Tahun 2020.

AD/ART itu cacat hukum sebab tidak pernah ditetapkan dalam Munas tahun 2017 dan Rapat kerja nasional.

Disamping itu ada tambahan Pasal 38-40 mengenai persyaratan calon ketua umum, yang tidak pernah diulas dan ditetapkan awalnya.

Ada banyak hal yang lain disorot Presidium, diantaranya sangkaan penerimaan pelatih dan olahragawan yang tidak lewat proses alasan prestasi dan analisis pembimbingan. Ada juga kritikan berkaitan transparan keuangan dan pencantuman persyaratan registrasi calon ketua umum sejumlah Rp 500 juta secara tunai.

PLT Ketua Pengprov Sulawesi Utara Jon Singkey memandang syarat calon ketua umum begitu dibuat-buat. Dia mengharap tidak ada usaha melumpuhkan calon-calon lain terutamanya dari wilayah, memperjelas jika PSTI punya seluruh Pengprov.

Baca juga : Arsenal Pada akhirnya Menang Kembali!

“Saya berpikir semestinya dibuka peluang untuk putra wilayah lain untuk mencalonkan diri. Syarat ini cuman memberikan keuntungan incumben saja,” bebernya dikontak reporter, Senin (28/12/2020).

“Mari kita bersama membuat pengurus yang sanggup bawa sepak takraw berprestasi di arena dunia. Jangan kembali menggunakan langkah tidak bagus dan berkesan norak. Saya berharap KONI Pusat tidak ceroboh memberi SK. Munas itu bagusnya ditata melalui ketentuan yang bagus dan tidak pro-kontra,” tambah Jon Singkey.

Jon mengutarakan jika dia awalannya disuruh Ketua umum incumben Asnawi Abdurrahman untuk memberikan dukungan calon yang dibawanya. Tetapi rupanya surat suport itu malahan diperuntukkan untuk Asnawi individu.

“Karena itu, kami selanjutnya memikat kembali lagi surat suport. Sebab bila ada calon lain, mengapa suport itu diperuntukkan ke ia sendiri,” tuturnya.

PSTI sendiri sekarang ini sudah tunjuk caretaker untuk pimpin Pengprov Sulut dan Bali. Ketua umum PSTI Asnawi Abdul Rachman menyebutkan faksinya telah memberi peluang ke ke-2 pengprov untuk mengadakan Musda dan pilih ketua baru untuk gantikan ketua Plt.

“Tetapi, sesudah dinanti-nantikan mereka tidak memberi berita. Pada akhirnya, kami sudah bekerjasama dengan KONI di tempat untuk membuat caretaker, ” pungkas Asnawi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *