Keributan berlangsung di Sepak Takraw Indonesia. 16 Pengurus Propinsi (Pengprov) ajukan mosi tidak yakin berkaitan Permufakatan Nasional di Sukabumi.
Ke-16 Pengprov itu bergabung dalam Presidium Perduli Sepak Takraw Indonesia. Mosi tidak yakin disodorkan berkaitan penerapan Munas pada 27-28 Desember 2020 di ISTC Sukabumi oleh Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) dan Panitia Team Penjaringan dan Filtrasi (TPP).

Dalam Munas itu, Asnawi Abdul Rachman dipilih secara aklamasi untuk kembali lagi pimpin PSTI di masa ke-2 . Sesaat calon yang lain yaitu Syafrizal Bakhtiar diurungkan penyalonannya tiada dikasih peluang lakukan pembenahan.

Presidium Perduli Sepak Takraw Indonesia minta KONI Pusat, KOI dan Menpora tidak untuk mengaku hasil Munas. Dalam surat mosi tidak yakin yang tersebar, disebut ada pelanggaran AD/ART yang dipakai dalam rencana Munas Tahun 2020.

AD/ART itu cacat hukum sebab tidak pernah ditetapkan dalam Munas tahun 2017 dan Rapat kerja nasional.

Disamping itu ada tambahan Pasal 38-40 mengenai persyaratan calon ketua umum, yang tidak pernah diulas dan ditetapkan awalnya.

Ada banyak hal yang lain disorot Presidium, diantaranya sangkaan penerimaan pelatih dan olahragawan yang tidak lewat proses alasan prestasi dan analisis pembimbingan. Ada juga kritikan berkaitan transparan keuangan dan pencantuman persyaratan registrasi calon ketua umum sejumlah Rp 500 juta secara tunai.

PLT Ketua Pengprov Sulawesi Utara Jon Singkey memandang syarat calon ketua umum begitu dibuat-buat. Dia mengharap tidak ada usaha melumpuhkan calon-calon lain terutamanya dari wilayah, memperjelas jika PSTI punya seluruh Pengprov.

Baca juga : Arsenal Pada akhirnya Menang Kembali!

“Saya berpikir semestinya dibuka peluang untuk putra wilayah lain untuk mencalonkan diri. Syarat ini cuman memberikan keuntungan incumben saja,” bebernya dikontak reporter, Senin (28/12/2020).

“Mari kita bersama membuat pengurus yang sanggup bawa sepak takraw berprestasi di arena dunia. Jangan kembali menggunakan langkah tidak bagus dan berkesan norak. Saya berharap KONI Pusat tidak ceroboh memberi SK. Munas itu bagusnya ditata melalui ketentuan yang bagus dan tidak pro-kontra,” tambah Jon Singkey.

Jon mengutarakan jika dia awalannya disuruh Ketua umum incumben Asnawi Abdurrahman untuk memberikan dukungan calon yang dibawanya. Tetapi rupanya surat suport itu malahan diperuntukkan untuk Asnawi individu.

“Karena itu, kami selanjutnya memikat kembali lagi surat suport. Sebab bila ada calon lain, mengapa suport itu diperuntukkan ke ia sendiri,” tuturnya.

PSTI sendiri sekarang ini sudah tunjuk caretaker untuk pimpin Pengprov Sulut dan Bali. Ketua umum PSTI Asnawi Abdul Rachman menyebutkan faksinya telah memberi peluang ke ke-2 pengprov untuk mengadakan Musda dan pilih ketua baru untuk gantikan ketua Plt.

“Tetapi, sesudah dinanti-nantikan mereka tidak memberi berita. Pada akhirnya, kami sudah bekerjasama dengan KONI di tempat untuk membuat caretaker, ” pungkas Asnawi.

 

Kemenangan di Liga Inggris yang telah lama ditunggu Arsenal pada akhirnya tiba juga. Meriam London berdentum kembali habis menaklukkan Chelsea.
Melayani Chelsea di Emirates Fase, Minggu (27/12/2020) pagi hari WIB, Arsenal langsung mendesak di lima menit pertama. Meriam London mendobrak segi kanan pertahanan The Blues, tetapi tidak ada yang menghasilkan gol.

Chelsea sempat ambil kendalian permainan dan memberikan ancaman Arsenal pada menit ke-13. Bola shooting yang dilepaskan Mason Mount mengenai gawang Bernd Leno.

Arsenal selanjutnya sanggup menyelesaikan set pertama dengan keunggulan 2-0. Alexandre Lacazette menyumbangkan gol melalui eksekusi penalti dan Granit Xhaka dari shooting bebas.

Team garapan Mikel Arteta ini jadi besar keunggulan jadi 3-0 pada menit ke-56. Bola lob shooting Bukayo Saka membuat Edouard Mendy Yowinjoker takjub.

Baca juga : J.B. Bickerstaff: Pelatih Harus Lebih Inovatif dalam Berbicara dengan Pemain

Chelsea mengecilkan kekalahan jadi 1-3 pada menit ke-85. Tammy Abraham menyelesaikan operan silang Callum Hudson-Odoi. The Blues sebenarnya sempat mendapatkan hadiah penalti di injury time, tetapi bola eksekusi Jorginho sanggup diamankan Leno.

Kemenangan ini memutuskan catatan jelek Arsenal di tujuh pertandingan paling akhir Liga Inggris awalnya. The Gunners saat itu raih lima kekalahan dan dua seimbang.

Arsenal sekarang berada di status ke-14 dengan koleksi 17 point. Chelsea di posisi ke enam dengan 25 point dan dapat turun seandainya Tottenham Hotspur, Southampton, dan Manchester City mencetak kemenangan.

“Kami memerlukan hasil itu. Kami mempunyai beberapa performa jelek, tapi kami mengawali lebih bagus dari yang kami kerjakan akhir-akhir ini dan tidak menanti sampai kami ketinggalan untuk harus mulai bermain,” kata bek Arsenal, Kieran Tierney, ke Sky Sports.

“Seluruh pemain muda di sini lapar untuk bermain. Kami harus maju terus. Pada interval waktu, pesannya ialah untuk selalu meluncur,” tambahnya.

Baca juga : Leverkusen Vs Hoffenheim: Kesempatan The Werkself Geser Bayern di Pucuk

 

Pelatih kepala Cleveland Cavaliers John-Blair Bickerstaff senang teamnya dapat kembali lagi ke lapangan sesudah sembilan bulan. Tetapi ada yang masih berasa aneh untuknya, khususnya dengan situasi lapangan. Tidak ada fans yang bersorak, tidak ada musik dari disk jockey saat sebelum pertandingan, dan tidak ada yang melempar kaus waktu game istirahat. Lantas dari seluruh ketidaksamaan itu, yang paling susah ialah berbicara dengan pemainnya. Waktu liga mengharuskan pelatih menggunakan masker sepanjang pimpin pertandingan, karena itu beberapa pelatih dituntut untuk cari langkah lain supaya komunikasi berjalan mulus.

NBA telah membuat ketentuan mengenai masker yang digunakan oleh official sejauh pertandingan. Itu terhitung pelatih kepala, orang kepercayaan, sampai semuanya yang terjebak di team, selain pemain. Bahkan juga pemain yang tidak sedang tampil (DNP) tetapi duduk di kursi cadangan, harus menggunakan masker sejauh pertandingan. Menurut CDC (Centers for Disease Control), masker penting dan bisa menolong cetak penebaran virus Covid-19.

Baca juga : Leverkusen Vs Hoffenheim: Kesempatan The Werkself Geser Bayern di Pucuk

Tapi dari segi pelatih, masker mendatangkan rintangan baru untuk mereka. Masker membuat mereka tidak dapat berbicara secara baik, dan merintangi orang membaca pergerakan bibir

“Susah, jujur. Selanjutnya, kami harus cari langkah lain,” kata Bickerstaff, seperti diambil dari cleveland.com. “Waktu di atas lapangan, beberapa pemain tidak dapat dengar perintah secara baik, sebab teredam oleh masker. Jadi kami harus inovatif, dan kemungkinan lebih memperdalam komunikasi dengan kode-isyarat tangan.”

Menurut Bickerstaff, walau kondisi lapangan hening sebab tidak ada pemirsa, tetapi ada suara dari situasi pertandingan seperti suara sepatu, pekikan pemain, yang membuat suara pelatih susah didengar secara baik. Hal itu dianggap oleh forwarda Cavaliers, Larry Nance Jr..

“Saya tidak dapat dengarnya. Saya tidak paham pertahanan apa yang kami bikin. Itu sebab saya tidak dapat dengar atau menyaksikan pergerakan bibir pelatih. Tetapi ada seseorang di dekat pelatih yang jelas dengar secara jelas. Mereka harus memberitahu lainnya. Ini tentu memerlukan waktu untuk melatih diri,” kata Nance Jr..

Tapi ruki Cavs, Isaac Okoro lebih senang kode tangan daripada berteriak, atau memakai langkah seperti pesan berantai. Menurut Okoro, dengan latih kode tangan yang bagus, dan gampang dipahami, karena itu komunikasi akan berjalan mulus.

Selaku pelatih, Bickerstaff tidak pengin masker jadi masalah. Ia akan coba cari kode tangan yang gampang. Selanjutnya memakai beberapa pemain muda untuk sampaikan perintah seperti pesan berantai. Cara itu dicoba di game ke-2 pramusim, di antara Cavs menantang Indiana Pacers. Hasilnya lumayan bagus, Cavs dapat menang 116-106, Senin malam, 14 Desember waktu Amerika Serikat.

“Saat kami kembali pada lapangan, itu menjadi keceriaan untuk saya dan team. Mereka telah kembali lagi mendapati irama permainan, jadi saya tidak ingin permasalahan masker ini menjadi masalah. Saya berharap pelatih lain harus juga menanggapi semuanya dengan positif. Beberapa pelatih dituntut untuk lebih inovatif kembali pada berbicara,” tutup Bickerstaff.

Baca juga : Ini Fakta Solskjaer Lebih Pas Jadi Orang kepercayaan Manager

 

Bayer Leverkusen berkemauan menang waktu melayani Hoffenheim di spieltag 11 Bundesliga musim ini. Ini supaya tim bimbingan Peter Bosz itu dapat geser Bayern Munich selaku pemucak klasemen sebentar.
Leverkusen vs Hoffenheim akan berlaga di BayArena, Senin (14/12/2020) jam 00.00 WIB. Laga ini dapat dilihat di Mola TV melalui link di bawah ini.

Lars Bender dkk sedang ada dalam trend positif. Sepuluh laga Liga Jerman telah dilewati, dan mereka belum terkalahkan. Sekarang ini mereka telah kumpulkan 22 point dan ada di posisi ke-3 klasemen sebentar.

Oleh karenanya, Hoffenheim jadi sasaran seterusnya untuk meraih tiga point. Kebenaran, Bayern sebagai puncak klasemen sesaat sekarang ini tempo hari ditahan seimbang Union Berlin 1-1, hingga koleksi pointnya cuman makin bertambah satu jadi 24 point.

Baca juga : Ini Fakta Solskjaer Lebih Pas Jadi Orang kepercayaan Manager

.

Bila menang, Leverkusen dapat merampas status pucuk, karena RB Leipzig yang ada di posisi ke-2 mempunyai point yang serupa dengan Bayern dan telah mainkan laga pekan kesebelas, di mana Die Roten Bullen menang 2-0 atas Werder Bremen.

Meskipun begitu, Hoffenheim bukan musuh gampang. Walau tengah tertinggal di posisi kesepuluh dengan 12 point, tetapi mereka barusan menang 4-1 atas Gent di Liga Europa pada Kamis (10/12) kemarin. Oleh karenanya, Bosz malas menyepelekan calon rivalnya itu.

Saya telah menyaksikan laga mereka (menantang Gent), tetapi sepertinya mereka akan turunkan daftar pemain yang lain menantang kami. Apa saja itu, kami siap menantang mereka, team yang akan mempersulit kami kelak,” kata Bosz di situs resmi club.

Bosz tahu teamnya sedang dalam situasi bagus, dengan bekal hasil positif akhir-akhir ini. Meskipun begitu, dia percaya teamnya tidak akan terbuai.

“Beberapa pemain tidak perlu diingatkan oleh saya supaya tidak rasakan euforia, mereka telah sadar sendiri. Kami ketahui segala hal dapat kembali secara cepat. Kami masih tenang, lakukan kerja kami seperti mestinya dan lagi mengomentari diri kita,” terang Bosz, menjelang Bayer Leverkusen vs Hoffenheim.

Baca juga : Finish Runner-up Group, Barcelona Mempunyai potensi Bertemu Bayern Kembali

 

 

Nasib Ole Gunnar Solskjaer, manager Manchester United, sedang di ujung sundul. Dia benar-benar tidak pas jadi manager serta lebih cocok jadi orang kepercayaan.
Minimal demikianlah penilaian Paul Parker, bekas pemain the Red Devils yang sempat juga jadi rekanan satu team Solskjaer. Parker tuangkan gagasannya melalui kolom di Eurosport.

“Selaku pemain, Ole dahulu ialah figur yang disukai, dipuji, disukai, dan disegani seluruh orang. Saya hanya dapat menduga-duga apa dia betul-betul nikmati jadi figur nomor satu selaku manager,” sebutkan Parker.

“Saya bukan dengan maksud tidak menghargainya, tetapi itu (jadi orang nomor satu alias manager) ialah hal susah. Dan apa Ole bakal menjadi nomor dua (asisiten manager) yang baik? Saya berpikir dia bakal menjadi nomor dua yang luar biasa sebab karakternya.”

Paul Parker lalu menyamai Ole Gunnar Solskjaer dengan Brian Kidd yang sempat juga berhasil besar di Manchester United selaku orang kepercayaan Sir Alex Ferguson

Ke-2 nya mempunyai pamor dan karakter serupa, sempat juga menjadi pemain pujaan di tim Setan Merah.

“Saya mengenal beberapa pemain yang pernah main bersama saya dan dianya (Solskjaer), dan sudah pasti saya pengin dianya berhasil. Di tv, beberapa bekas pemain Manchester United malu mengkritiknya. Mereka akan jujur, dan juga masih menghargai bekas rekanan satu team sendiri,” sebut Parker mengarah pada profesi pundit beberapa bekas pemain Man United.

Dia selanjutnya menyorot penyeleksian strategi Ole Gunnar Solskjaer, yang dia anggap terlalu statis. Secara detil, terlalu tergantung pada dua pemain tengah bertahan sama seperti yang dikerjakan saat kalah atas RB Leipzig hingga tersisih dari Liga Champions.

“Solskjaer begitu tergantung untuk tampil dengan 2 pemain tengah bertahan setiap saat. Itu tidak logis. Dia hadapi pertandingan di mana tidak bisa cari hasil seimbang, tetapi saat turunkan dua pemain tengah bertahan, pelatih musuh (Julian Nagelsmann) tentu terkaget-kaget.”

“Set pertama menunjukkan fakta kenapa penyeleksian team Manchester United sebegitu salah, dan Anda tidak dapat hadapi team-team bermutu dengan ganti-ganti mekanisme permainan di tiap laga. Saat saya main buat United, kami menggunakan 4-4-2 dan saat Eric Cantona tiba beralih menjadi 4-4-1-1. Itu benar-benar fleksibel. Seluruh pemain sama-sama isi.”

“Apa yang mereka kerjakan sekarang ini tidak fleksibel,” katanya masalah Manchester United di bawah instruksi Ole Gunnar Solskjaer.

 

Finish selaku runner-up Group G membuat Barcelona akan hadapi jalan curam di set 16 besar Liga Champions. Mereka berkesempatan berjumpa team-team besar.
Barcelona harus finish selaku runner-up Group G habis kalah atas Juventus di matchday ke enam. Berlaga di Camp Nou, Rabu (9/12/2020) pagi hari WIB, Blaugrana ditaklukkan Juventus dengan score mutlak 0-3.

Dengan hasil itu, Barcelona dan Juventus benar-benar sama kumpulkan 15 point. Tetapi, Juventus memiliki hak finish selaku juara group sebab unggul head to head beda gol.

Undian berat juga menunggu Barcelona di set 16 besar Liga Champions

Selama ini, beberapa team hebat Eropa telah pastikan diri finish selaku juara group.

Dari Group A, misalkan, Bayern Munich bisa jadi musuh Barcelona selanjutnya sebab telah mengamankan status juara group. Die Roten kumpulkan 13 point dari 5 laga dan mustahil disalip oleh Atletico Madrid yang menjadi kompetitor paling dekat dengan 6 point.

Tatap muka menantang Bayern akan menghidupkan memory jelek untuk Barcelona. Di Liga Champions musim 2019/2020 lalu, Lionel Messi dkk didepak Bayern di set perempat-final sesudah kalah dari score malu-maluin, 2-8.

Baca juga : Kalah WO dari Juventus Tidak Apa, Napoli Masih Oke Kok

Tiga team Premier League yang sudah pastikan diri bisa lolos selaku juara group mempunyai potensi jadi musuh Barcelona di set 16 besar. Manchester City, Liverpool, dan Chelsea beruntun adalah juara Group C, D, dan E.

Dari Group F, ada Borussia Dortmund yang telah ditegaskan selaku juara group. Sesaat Group H belum mendapati juara group sesudah pertandingan Istanbul Basaksehir versus Paris Saint-Germain berhenti sebab kejadian rasialisme. RB Leipzig dan PSG adalah wakil dari Group F di set 16 besar.

Group B belum loloskan satu team juga ke set 16 besar. Borussia Moenchengladbach, Shakhtar Donetsk, Real Madrid, dan Inter Milan sama tetap punyai kesempatan untuk maju ke babak knockout. Meskipun begitu, cuman Gladbach atau Shakhtar yang mempunyai potensi jadi musuh Barcelona di set 16 besar.

Undian set 16 besar Liga Champions akan diadakan pada 14 Desember kedepan. Siapakah yang bakal menjadi musuh Barcelona?

Baca juga : PSSI Meradang Shin Tae-yong Tidak Segera Tiba

 

Napoli tempati kelas atas klasemen Liga Italia. Partenopei berada di rangking yang baik walau kalah walk over dari Juventus.
Kemenangan besar dicapai oleh Napoli waktu melayani AS Roma di kelanjutan Liga Italia. Di San Paolo, Senin (30/1/2020), team bimbingan Gennaro Gattuso itu menang 4-0 atas Giallorossi.

Tambahan 3 angka itu mengantar Napoli menyamakan perolehan angka Juventus dan Roma. Napoli berada di rangking ke-5 klasemen Liga Italia dengan perolehan 17 angka.

Di Serie A musim ini, Napoli pernah tidak berhasil berlaga. Peristiwa itu berlangsung pada tanding dengan Juventus persisnya 5 Oktober 2020.

Napoli tidak boleh lakukan kunjungan ke Turin saat itu sebab dipandang rawan menyebarkan COVID-19.

Gelandang Napoli, Fabian Ruiz, mengutarakan makna khusus kemenangannya pada Roma. Ia sambil menyentuh kekalahan WO dari Juventus.

“Ini kemenangan yang baik, penting. Aksinya berat sebab mereka bermain bagus dan memiliki beberapa pemain bagus. Saya yakin kami bermain bagus,” kata Ruiz di Sky Sports.

“Kami bekerja secara baik pekan lalu, kami dengarkan pelatih dan memperlihatkan perform bagus.”

“Kami sadar jika kami harus lagi konsentrasi sejauh waktu. Kadang kami membuat kekeliruan. Kami mainkan dua, tiga laga bagus, lalu satu berjalan tidak sama keinginan.”

“Itu yang perlu kami tambahkan dan revisi. Kami berada di status yang baik di klasemen, walau tidak bermain menantang Juventus,” kata pemain nomor punggung 8 Napoli itu menambah.

 

PSSI gusar Shin Tae-yong belum segera tiba ke Jakarta. Pelatih Tim nasional Indonesia U-19 itu telah 1 bulan lebih pulang ke Korea Selatan.
Shin Tae-yong dipersilahkan pulang daerah sesudah nyaris dua bulan pimpin Pemfokusan Latihan Tim nasional U-19 di Kroasia. Tetapi, kesepakatan awalannya ialah Shin Tae-yong diharuskan kembali ke Jakarta pada 1 Desember.

Tetapi, sampai sekarang ini bekas pelatih Seongnam Ilhwa Chunma itu belum segera memperlihatkan tangkai hidungnya. Tentang hal Tim nasional U-19 telah latihan di Jakarta semenjak 13 November.

Walau sebenarnya kedatangan Shin Tae-yong benar-benar diperlukan. PSSI pengin kirim Tim nasional U-19 kembali melakukan latihan ke luar negeri.

“Sama kesepakatan saat sebelum ia pulang ke Korea itu, tanggal 1 Desember ia harusnya sampai di sini. Telah ada kesepakatan itu di antara Shin Tae Yong, Tim nasional dan PSSI,” kata Direktur Tehnik PSSI Indra Sjafri ke reporter.

Baca juga : Sebab Juventus Bermain Segenap Hati

Ada sangkaan Shin Tae-yong tidak mau kembali lagi sebab tidak sepakat dengan gagasan PSSI. Liga pengin kirim Tim nasional U-19 ke Spanyol sesaat Shin Tae-yong mengharap bawa teamnya ke Korea.

Beberapa lalu bahkan juga satu situs medium Korea mengakui jika Pemerintahan Kota Daegu siap menyongsong Tim nasional U-19. Shin Tae-yong hingga sudah lakukan survey untuk melihat-lihat sarana di Daegu.

“Ini telah diberi waktu sebulan, tanggal 1 Desember ia pulang, tetapi sampai saat ini ia belum balik juga. Kemudian, ia ucapnya ingin cek up jadi mundur sampai tanggal 11. Menurut saya mengapa tidak waktu waktu cuti itu ia cek up,” papar Indra Sjafri.

“Menurut saya jika bekerja kami harus profesional. Waktu janji tanggal 1 Desember, kan telah mempunyai contact saya dan admin untuk bertanya hal tersebut. Jangan meminta dilayani lagi. Apa lagi ia disiplin, pelatih profesional masa sich demikian?” katanya akhiri, hal Shin Tae-yong.

Baca juga : Desakan Besar di MU Jadi Hal Wajar buat Solskjaer

Juventus menang kerja keras atas Torino di kelanjutan Liga Italia. Sempat ketinggalan dan meraih kemenangan di beberapa menit akhir, Juventus bermain segenap hati.
Juventus vs Torino berjalan di Allianz Stadium, Minggu (6/12/2020) pagi hari WIB. Torino sanggup unggul lebih dulu melalui gol Nicolas Nkoulou di babak pertama.

Kebuntuan Juventus baru pecah pada menit ke-78 sesudah Weston McKennie mencatat namanya di papan score sekalian. Leonardo Bonucci selanjutnya sukses bawa Juventus menuai kemenangan melalui gol di pengujung laga.

Juventus untuk saat ini naik ke urutan ke-2 Klasemen Liga Italia dengan 20 point. Torino lagi ada di zone kemunduran dengan ada pada status ke-18 habis meraih enam point.

Pelatih Juventus, Andrea Pirlo beri pujian performa beberapa anak asuhnya. Cristiano Ronaldo cs tidak mudah menyerah sampai akhir pertandingan.

“Waktu interval pertandingan, kami kembalikan DNA Juventus yang bermain segenap hati. Karena itu, pemain memberi pengorbanan, determinasi, dan semangat untuk memenangi pertandingan,” kata Andrea Pirlo seperti dikutip dari Football Italia.

“Saat team musuh bungkam dan benar-benar terorganisir, Anda harus lagi gerakkan bola untuk membuat ruangan dan merentangkannya. Kami tidak melakukan di babak pertama, tetapi kami melakukan sesudah interval,” lanjut Pirlo.

Baca juga : Desakan Besar di MU Jadi Hal Wajar buat Solskjaer

 

 

Andrea Pirlo mengharap, Juventus lagi stabil untuk menang. Sang Nyonya Tua sesaat memiliki jarak tiga point dari AC Milan, yang baru bermain malam hari ini.

Ketatnya Liga Italia juga membuat persaingan Serie A lagi tarik. Juventus harus lagi lapar!

“Kami harus lagi lapar. Kami harus lagi mengatur permainan,” tutupnya.

 

Ole Gunnar Solskjaer mulai bicara masalah desakan yang diterimanya di Manchester United. Menurut dia, hal tersebut lumrah ingat dianya latih club besar.
Telah 2 tahun Solskjaer tangani MU semenjak dipilih gantikan Jose Mourinho di akhir 2018. Sepanjang jadi manager Setan Merah, dianya juga tidak terlepas dari kritikan dan hujatan.

Kritik ke Solskjaer tidak terlepas dari perform kurang memberikan kepuasan Harry Maguire dkk sepanjang diatasinya. MU belum mendapati stabilitas dan performanya sering turun-naik.

Pada musim ini saja, MU masih ketahan di rangking ke-9 klasemen Liga Inggris dengan 16 point dari 9 laga. Di Liga Champions, club asal Manchester itu jadi salah satu team Inggris yang belum pastikan tempat di babak 16 besar.

Bermacam desakan yang diterima Ole Gunnar Solskjaer tidak membuat dianya putus asa latih MU. Untuknya, hal tersebut ialah sisi dari resiko tangani club terbaik di dunia.

Baca juga : Barcelona Itu Satu Untuk Seluruh

“Pekerjaan saya unik, ini ialah club paling besar di dunia dan terang berlainan yang lain. Desakan-tekanan tiba dari kesayangan yang dipunyai penggemar, riwayat kami, keberhasilan kami dan rasa lapar untuk berhasil, dan tuntutan dan standard yang kami miliki,” kata Solskjaer, dikutip dari The Sun.

“Kami mujur mendapatkan kehormatan semacam itu, jika kami mempunyai banyak fans dan anda harus meredam atau nikmati apa saja desakan yang diberi,” ia menambah Daftar Situs Judi Slot Online Terpercaya

“Kami sedang berusaha menanganinya, dengan beberapa pemain terlatih bermain untuk Man United. Mereka mendapatkan tuntutan yang lain daripada bermain bersama club lain,” begitu kata Ole Gunnar Solskjaer masalah desakan di Manchester United.

http://68.183.183.3/ – Barcelona lagi tampil cemerlang di Liga Champions, walau tiada si bintang Lionel Messi. Beberapa pemain siap bersatu bersama!
Barcelona tampil tiada Lionel Messi saat hadapi Ferencvaros di matchday ke-5 Group G Liga Champions pada Kamis (3/12/2020) pagi hari WIB di Puskas Arena. Tiadanya si kapten masih membuat Barcelona dapat menang 3-0.

Ke-3 gol Barcelona diciptakan oleh Antoine Griezmann, Martin Braithwaite, dan Ousmane Dembele dari titik putih. Barcelona juga memimpinn klasemen Group G dengan sapu bersih lima kemenangan, dan ticket ke babak 16 besar Liga Champions juga pada tangan.

Dikutip dari medium Spanyol, Marca, nampaknya Barcelona lagi menunjukkan diri dapat tampil oke tiada seorang Lionel Messi. Beberapa pemain lain lagi berkilau, dari penjaga gawang ada di belakang sampai beberapa striker di muka.

Bek tengah Barcelona, Clement Lenglet menyebutkan jika semua pemain Barcelona sama-sama bersatu untuk menang. Semua berperanan!

“Seluruh orang terjebak dalam kemenangan ini,” tutur Lenglet setelah pertandingan.

“Seluruh pemain usaha tampil optimal di latihan untuk masuk di dalam line-up. Saya pikir kami melakukan dengan baik sekali,” sambungnya.

Clement Lenglet tidak ingin jemawa. Untuk pemain dari Prancis itu, Blaugrana sekarang harus lagi konsentrasi memenangkan setiap pertandingan. Walau sedang dalam track positif yang dapat memenaangi tiga laga paling akhir di semua persaingan dengan score besar.

“Kami lagi bermain secara baik, sampai gol tiba dan kuasai permainan dengan tenteram. Saya berharap, kami tetap tampil semacam ini,” tutupnya.

 

Sesudah comeback Mike Tyson, pencinta tinju mendapatkan berita baik. Legenda tinju kelas berat, Evander Holyfield, diklaim siap kembali lagi naik ring pada 2021.
Tentang hal rivalnya ialah Glenn McCrory, bekas juara tinju kelas pelacak. McCrory sendiri yang memverifikasi gagasan tanding itu.

Hal tersebut disingkap McCrory ke talkSport. Pria yang saat aktif jadi juara tinju kelas pelacak itu akui Holyfield sepakat melawannya.

“Saya berbicara dengan Holyfield di telephone saat malam hari, dan ia ngomong ia akan hadapi saya. Ia takut ke saya sepanjang 30 tahun, tetapi saat ini ia akan hadapi saya. Ia makin berani saja,” kata McCrory ke talkSport.

“Kami mengharap pada April, saya berbicara dengan Joe Brown dan Jim Freeman dari BKB Company dan mereka pengin mengagendakannya di O2 (London) pada April.”

“Saya juara sesudah Evander berpindah ke kelas berat, saya merampas gelar pemenangnya dan ngomong padanya, ‘Kenapa anda berpindah? Takut dengan saya?”

“Saya terus pada keadaan sempurna. Saya naik ke delapan gunung paling tinggi di dunia tahun kemarin. Maka bila saya dapat melakukan tiada latihan, saya tentu dapat hadapi Holyfield. Itu yang akan saya kerjakan. ” ucapnya.

Isu Holyfield naik ring telah menggema beberapa bulan akhir. Pria yang dipanggil The Real Setuju itu telah mengupload photo latihannya.

Saat aktif bertanding, pria yang sekarang usdah berumur 58 tahun itu telah menyikat bermacam titel juara. Salah satunya jadi juara versus WBA, WBC, IBF dan IBO, dengan rekor 44 kemenangan, 10 kali kalah, dua seimbang, dan sekali no contest.

Saat sebelum Holyfield, Mike Tyson telah terlebih dahulu comeback. The Iron Mike telah hadapi Roy Jones Jr, yang usai seimbang akhir minggu kemarin.

Isunya, Holyfield dan Tyson sendiri akan kembali lagi bertarung. Ke-2 bekas juara tinju kelas berat itu pengin memainkan tanding ke-3 nya, di mana Holyfield dapat memenangi dua pertempuran awalnya.

 

Andrea Pirlo mulai digoyangkan beberapa suara menyumbang susul beberapa performa kurang memberikan keyakinan Juventus. Pirlo juga dibela.

Juventus ditahan seimbang team papan bawah, Benevento, di laga Serie A akhir pekan tempo hari.

Hasil itu jadi besar sorotan pada Bianconeri, terutamanya berkaitan pergerakan di Liga Italia.

Dari 9 pertandingan di liga, Juventus baru menang 4x dan sama di lima peluang. Selain Benevento,

Cristiano Ronaldo sempat ditahan team yang sekarang menempati landasan klasemen, Crotone.

Akhirnya Andrea Pirlo mulai disoroti. Posisinya selaku pelatih muda yang awalnya tidak punyai pengalaman latih di mana juga tidak menolongnya.

Tetapi pembelaan diutarakan mantan pelatih Pirlo, Mircea Lucescu, bos Dinamo Kiev yang bakal menjadi musuh Juventus di Matchday 5, Kamis (3/12/2020) pagi hari WIB.

Selaku orang yang mengetahui kultur sepakbola Italia, dia yakin Pirlo hanya perlu waktu untuk beradaptasi dengan peranan baru.

“Berikan ia waktu. Di Italia, kita kebanyakan berbicara dan pelatih sering jadi kambing hitam. Pirlo itu pelatih muda, ia harus bermasalah

dengan ruangan tukar yang penuh pemain bagus dan oleh karenanya jalani keadaan yang peka,” kata Mircea Lucescu, pelatih yang memberi Pirlo kiprah di Brescia.

“Meskipun begitu, saya percaya jika bakatnya dan misi permainannya, kualitas-kualitas yang diperlihatkannya saat menjadi pemain,

akan nampak di pinggir lapangan. Menurut saya, Pirlo punyai hari esok bagus dengan peranan anyarnya,” tambah pria yang pernah berpengalaman di Italia bersama Pisa, Brescia, Reggiana, dan Inter Milan itu ibarat dikutip Football Italia.