Masa lalu Bambang Nurdiansyah Tanding dengan Maradona pada 1979

Posted on

 

Piala Dunia Junior 1979 jadi masa lalu sepanjang umur buat Bambang Nurdiansyah. Bagaimana tidak, dia dan beberapa rekannya berpeluang hadapi Diego Maradona.
Kebintangan Maradona telah dijumpai dimana saja walau waktu itu umurnya masih 18 tahun. Pemain kelahiran 30 Oktober 1960 itu bahkan juga telah dengan status pemain Tim nasional Senior Argentina semenjak kiprah di umur 16 tahun pada 1977.

Cesar Luis Menotti, pelatih Argentina saat itu, berani mengikutkan pemain semuda itu di team senior Argentina sebab kualitas Maradona benar-benar fantastis. Kebenaran Cesar Luis Menotti yang tangani Tim nasional Argentina Junior.

Maradona juga diikutkan di Piala Dunia Junior 1979 yang diadakan di Jepang. Selain Maradona, ada pula calon-calon bintang Argentina yang lain seperti Ramon Diaz sampai Juan Barbas.

Bambang Nurdiansyah turut dengar berita gagasan team Argentina junior akan mengikutkan Maradona

Sudah pasti pemain Indonesia lainnya pun demikian senang dengar berita itu.

“Kami pemain Tim nasional Indonesia senang dan itu benar-benar terkesan sebab bisa hadapi bintang dunia. Waktu itu ia menjadi bintang. Jadi menurut saya ini hal yang jarang-jarang didapat seseorang,” kata Bambang Nurdiansyah buka pembicaraan dengan detikSport.

Piala Dunia Junior ialah nama lama dari Piala Dunia U-20. Pada edisi 1979 Indonesia memperoleh peluang kiprah tampil di gelaran ini.

Waktu itu Indonesia bergabung di Group B bersama Argentina, Polandia, dan Yugoslavia. Pada pertandingan pertama, Indonesia langsung temu Argentina.

Argentina cukur Indonesia dengan score mutlak 5-0 di mana Maradona (2 gol) dan Ramon Diaz (hat-trick) jadi bintangnya. Kemenangan mutlak Argentina itu bukan hal mengagetkan ingat pemain Indonesia yang minim pengalaman dan kalah kelas.

 

 

Tim nasional Indonesia telah meramalkan akan susah menyeimbangi Argentina

Tetapi Bambang Nurdiansyah malahan akui tidak sabar menunggu tanding menantang Argentina yang diperkokoh Maradona.

“TVRI telah menyiarkan cuplikan-cuplikan pertandingan Argentina senior yang mengikutkan Maradona di Eropa. Di medium bikin banyak sekali sorotan dan menyampaikan bagaimana kedahsyatan Maradona,” papar Bambang Nurdiansyah yang sekarang jadi pelatih itu.

“Mendadak ada informasi ia (Maradona) akan di turunkan untuk perkuat team Argentina junior sebab umurnya bisa. Maradona jadi kapten. Grogi sich tidak ya, malah malahan ada motivasi. Hanya kelas kita benar-benar kalah di bawah mereka,” katanya.

Maradona betul-betul jadi bintang gelaran ini dengan bukti gelar pemain terbaik yang didapatnya. Sesaat Ramon Diaz keluar selaku top skor dengan torehan delapan gol.

Beberapa aksi fantastis Maradona yang dapat melalui beberapa pemain dipertunjukkannya di Piala Dunia Junior 1979. Terhitung pada laga menantang Indonesia.

“Maradona menantang Indonesia tuch kaya tidak hadapi orang, mudah sekali ia melalui pemain kita. Beberapa orang Eropa saja dilalui dengan gagahnya dan main bagus waktu ia main senior,” sebut Banur, panggilan dekat Bambang Nurdiansyah, kenang kembali.

“Waktu musuh kita ya telah, ia seperti bermain tidak ada musuh. Pelatih saat itu taktiknya hanya mempersiapkan pemain untuk jaga Maradona. Mundari Kreasi yang bisa pekerjaan itu,” katanya.

Maradona sekarang sudah tanpa. Dia wafat hari Rabu (25/11/2020), di umur 60 tahun.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *